Beranda Profil Desa Portal Berita Kependudukan Belanja UMKM Transparansi
Banner Portal Berita

Portal Berita & Artikel Desa Tegalrejo

Informasi terbaru seputar kegiatan desa, pembangunan, dan pengumuman resmi.

Peluncuran Website Resmi Desa Tegalrejo Sebagai Sarana Transparansi & Digitalisasi UMKM Kegiatan KKN
22 Aug 2026 KKN UNNES GIAT 16

Peluncuran Website Resmi Desa Tegalrejo Sebagai Sarana Transparansi & Digitalisasi UMKM

Tegalrejo — Dalam rangka meningkatkan keterbukaan publik dan aksesibilitas ekonomi warga, Pemerintah Desa Tegalrejo bekerja sama dengan Mahasiswa Sistem Informasi meluncurkan Website Resmi Desa Tegalrejo.Website ini memuat profil desa, struktur aparatur, portal berita terupdate, transparansi APBDES, serta fitur unggulan Section Belanja yang menampilkan katalog seluruh produk UMKM dampingan desa dengan pemesanan langsung ke WhatsApp penjual.

Pendampingan Pembuatan NIB oleh Mahasiswa KKN di Desa Tegalrejo Kegiatan KKN
21 Aug 2026 KKN UNNES GIAT 16

Pendampingan Pembuatan NIB oleh Mahasiswa KKN di Desa Tegalrejo

Tegalrejo, Tengaran — Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis UMKM, Mahasiswa UNNES Giat Angkatan 16 melaksanakan program pendafataran, pengecekan dan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusah) bagi para pelaku usaha di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Program ini di inisiasi oleh mahasisawa Giat 16 sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk membantu pelaku UMKM agar memahami pentingnya kepemilikan izin usaha. Banyak pelaku usaha di Desa Tegalrjo, kecamtan Tengaran yang memliki potensi produk unggulan, namun terkendala dalam perluasan akses pasar dan bantuan pemerintah karena belum terdaftar secara legal pada system Online Single Submission (OSS).Dalam pelaksanaannya Mahasiswa UNNES Giat 16 menerjunkan tim secara langsung ke lapangan dengan menggunakan metodes pendekatan door to door. Stretegi ini di lakukan guna mengetahui seluruah lapisan lapisan pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha makanan, produsen rumahan, minuman, toko mebel, hingga pernak Pernik lokal dapat terjangkau secara merata. Mahasiswa membimbing warga tahap demi tahap, mulai dari verifikasi berkas, pembuatan akun pada system OSS (online single submission hingga pencetakan lembar NIB di tempat.Salah satu UMKM yang ada di Desa Tegalrejo yang kami bantu dalam pembuatan NIB adalah Rampak Melisa. Beliau merupakan warga dusun Ngesrep, desa Tegalrejo yang kebetulan pada saat kami terjun ke lapangan beliau belum memiliki NIB dan mau untuk di daftarkan agar usahanya legal di mata hukum. “saya merasa terbantu dengan adanya Mahasiswa KKN untuk melakukan pendampingan pembuatan NIB sehingga usaha saya bisa aman di mata hukum” ujar Sunardi selaku pemilik usaha rambak melisa.Kami melihat potensi UMKM di Desa Tegalrejo sangat besar, mulai dari olahan pangan hingga kerajinan. Namun, tanpa legalitas seperti NIB, potensi pengembangan usaha mereka sering kali tertahan. Melalui program pendampingan ini, kami ingin memastikan setiap pelaku usaha memiliki identitas resmi secara mudah dan gratis," ujar Ketua Tim UNNES Giat 16 Desa Tegalrejo.Tidak hanya membantu pendaftaran baru, tim mahasiswa juga melakukan pengecekan ulang terhadap NIB pelaku UMKM yang sebelumnya pernah mendaftar namun mengalami kendala data, seperti akun terblokir, lupa akses masuk, atau data KBLI yang belum sesuai dengan bidang usaha aktual.Antusiasme warga desa Tegalrejo dan pelaku UMKM sangat tinggi selama kegiatan ini berlangsung. Banyak dari pelaku usaha khususnya di bidang makanan dan minuman rumahan mengaku terasa terbantu karena proses administrasi yang sebelumnya di anggap rumit kini dapat diselesaikan dengan mudah dan tanpa biaya.Pemerintah Desa Tegalrejo memberikan apresiasi atas inisiatif holistic ini. Kehadiran mahasiswa UNNES Giat 16 tidak hanya menyelesaikan hambatan legalitas warga, akan tetapi juga memberikan dorongan penting bagi pelaku UMKM di Desa Tegalrejo untuk naik kelas, dan berani untuk bersaing dengan pelaku UMKM yang lebih luas.Melalui program kerja ini, beberapa UMKM di Desa Tegalrejo kini telah resmi terdaftar dan mengantongi NIB. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pondasi awal bagi kemandirian ekonomi desa, mempermudah perluasan pasar produk lokal, serta membuka peluang kemitraan usaha yang lebih luas di masa mendatang.Tim UNNES Giat 16 berharap semangat legalitas usaha ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi pengembangan UMKM desa-desa lainnya di Kabupaten Semarang.